Apa Saja Masalah yang Sering Terjadi dalam Proses KPR?

Masalah dalam Proses KPR

Memiliki rumah sendiri seringkali adalah impian bagi setiap orang. Dengan mengambil KPR, ini bisa jadi jalan terbaik untuk bisa wujudkan rumah imajinasimu. Proses pengajuan KPR memang tak terlalu sulit. Namun, seringkali ada masalah yang mengikutinya, baik itu sebelum KPR disetujui atau setelah disetujui. Nah, apa saja masalah yang sering terjadi itu?

  1. Kelengkapan Persyaratan

Salah satu masalah yang sering terjadi dalam proses KPR adalah kelengkapan persyaratan. Masalah yang satu ini tentu saja terjadi sebelum proses KPR disetujui. Ada saja masalah kekurangan persyaratan yang membuat pengajuan KPR ditolak. Syarat yang biasanya diharuskan ada adalah KTP suami istri, surat nikah, kartu keluarga hingga slip gaji.

Salah satu persyaratan yang paling banyak mengganjal adalah slip gaji dan pekerjaan tetap. Tak semua orang memiliki pekerjaan tetap seperti PNS dan memiliki slip gaji bulanan. Untuk mereka yang bekerja sebagai seorang freelance, hal ini tentunya tak bisa mereka penuhi.

Namun tenang saja, bila Anda memang memiliki status pekerjaan demikian, Anda bisa menyakinkan bank dengan menunjukkan buku tabungan yang memuat penghasilan bulanan Anda. Bank akan melihat secara selektif gaji Anda selama satu tahun terakhir untuk memutuskan apakah Anda layak untuk menerima pembiayaan atau tidak.

Sedangkan bila Anda adalah seorang wirausaha, maka Anda harus melampirkan fotokopi neraca laba rugi, akta dan surat izin pendirian usaha dan lainnya. Biasanya, pihak bank akan dengan mudah menyetujui pengajuan KPR bila mana usaha Anda memiliki keuangan yang sehat dan paling tidak usaha tersebut sudah berdiri minimal 2 tahun.

  1. Menghadapi Interview

Wawancara adalah bagian pengajuan KPR yang cukup menegangkan. Bank biasanya akan melakukan wawancara untuk mengetahui kemampuan seorang debitur. Meski kelihatannya sepele, namun banyak yang gagal meraih pembiayaan karena jawaban yang Anda keluarkan berbelit-belit dan terkesan berbohong.

Saat wawancara, cobalah untuk tampil dengan rapi. Jawablah semua pertanyaan dengan sopan dan jujur. Biasanya, bank akan menanyakan beberapa pertanyaan seputar jenis pekerjaan, jumlah penghasilan, pengeluaran bulanan rutin dan kredit yang belum lunas. Cobalah untuk jawab dengan jujur, ya!

  1. Pengajuan KPR Ditolak

Masalah lain yang sering terjadi adalah KPR yang ditolak. Ada banyak penyebab KPR Anda ditolak. Misalnya saja, dokumen yang tak lengkap, tidak lolos BI checking, penghasilan yang tidak memadai dan masih banyak lagi. Kalau sudah begini, Anda harus merelakan uang booking fee yang sudah dibayarkan pada pihak pengembang karena hangus.

Kalaupun dikembalikan, maka Anda harus menunggu dalam waktu yang lama agar DP bisa dikembalikan. Nah, agar Anda bisa terhindar dari masalah yang satu ini, paling amannya adalah Anda memastikan ada klausul di perjanjian dengan pihak KPR yang menyatakan uang muka yang dibuatkan harus dikembalikan bila pengajuan KPR ditolak.

  1. Bunga yang Terlalu Tinggi

Ini dia masalah yang seringkali membuat pembayaran KPR kredit rumah mudah sering macet. Bunga yang terlalu tinggi. Saat ini, ada tiga jenis bunga yang diterapkan bank. Ia adalah bunga efektif, bunga tetap dan bunga anuitas. Di antara semua itu, bunga efektif adalah yang paling baik untuk nasabah.

Sebab, ia dihitung berdasarkan sisa utang pokok yang Anda miliki. Sedangkan untuk bunga getap, besarannya tidak berubah sampai pelunasan. Nah, yang paling memberatkan adalah bunga anuitas yang berubah sesuai dengan peraturan BI dan jumlahnya juga ditentukan pihak bank.

Saat ini, hampir tak ada bank yang menerapkan bunga efektif untuk KPR. Hal ini dianggap wajar karena menilai harga tanah yang terus naik setiap tahun. Itu artinya, Anda harus membayar dengan bunga yang cukup tinggi. Masalah ini bisa diatasi bila penghasilan Anda mencukupi. Kalau tidak? Tentu saja akan susah.

  1. KPR Menunggak

Masalah lainnya dalam proses KPR yang sering terjadi adalah KPR yang menunggak. Walau hanya menunggak beberapa hari, ada baiknya Anda tidak melakukannya. Sebab, denda yang dikenakan dihitung per hari. Makin lama Anda menunggak pembayaran cicilan KPR, maka biaya keterlambatan alias denda yang harus Anda bayarkan akan semakin besar.

Nah, bila penunggakan itu makin sering terjadi, cobalah untuk mempertimbangkan kembali apakah Anda benar-benar sanggup untuk melanjutkan cicilan KPR hingga lunas atau tidak. Jika tak yakin, tak apa bila Anda memilih untuk menjual ke pihak lain daripada bank menyita rumah tersebut. Kalau mau cara yang aman, Anda bisa take over kredit KPR ke pihak lain.

Nah, itulah berbagai permasalahan yang kerap kali terjadi dalam proses KPR. Mewujudkan desain rumah yg bikin relax dengan KPR memang tak susah. Namun, selama proses KPR, Anda juga harus siap dengan segala kemungkinan terburuk. Pastikanlah Anda tahu harus berbuat apa ketika ada masalah yang menghampiri Anda agar dapat jalan terbaik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *